Nyekenario di Kelas Skenario Galih Aditya

Nyekenario di Kelas Skenario Galih Aditya

img
Pada dasarnya, setiap apa yang akan kita lakukan butuh sebuah perencanaan. Kalau begitu jadi inget novel Adhitya Mulya yang judulnya Sabtu Bersama Bapak, “Mimpi hanya baik jika kita melakukan planning untuk merealisasikan mimpi itu. Jika tidak, kalian hanya buang waktu.” Itu adalah nasihat Pak Gunawan buat Cakra dan Satya dalam videonya di novel yang udah diadaptasi ke film itu. Rencana atau plan bukan plane, karena kalau plane adalah pesawat (Maaf saya sedang berusaha melucu dan maaf kalau garing) Ah, Alle... kamu garing Alle! Oke lanjut, rencana adalah sebuah konsep, konsep adalah buah dari ide. Dan ide adalah sumber dari semua sesuatu terkait pencapaian dalam hidupmu. Untuk itu sebuah perencanaan sangat diperlukan untuk segala hal yang ingin kamu perbuat. Begitupun dalam produksi sebuah video kreatif, baik itu iklan, film, video klip, sinetron hingga FTV semuanya butuh sebuah perencanaan. Dan perencanaan itu dinamakan sebuah skenario.
Di Lampung sendiri, bisnis berbasis video kreatif mulai tumbuh berkembang ke arah yang lebih baik. Bermunculannya production house yang kece-kece, talenta-talenta muda brilian yang menjadi videografrer terkadang merangkap sebagai editor, hingga sutradara-sutradara dadakan. Semuanya berlomba-lomba menghadirkan kualitas dan kekerenan video masing-masing, tapi mereka lupa satu hal; Mereka tidak memiliki seseorang di belakang layar yang merencanakan sebuah konsep untuk produk video mereka. Ya, seorang penulis skenario masih sangat langka di Lampung. Untuk itu Lampungnese bekerja sama dengan Gudang Rupa Food And Beverages sepakat mengadakan kelas kepenulisan skenario oleh Galih Aditya. But, who is this guy?

Mengawali karir sebagai penulis novel, cowok capricorn ini (njir..jijik banget pakai diksi ini!) mulai merambah ke dunia videografi sejak 2014 sebagai penulis skenario di beberapa FTV. Di Lampung ia mulai memproduksi film-film dokumenter, yaitu Merajut Asa di Kampung Merdeka (yang merupakan produksi kolektif nirlaba untuk project sosial) dan Harapan Kecil yang kini sedang memasuki tahap pra-produksi. Selain film doumenter, ia pun menulis skenario  untuk beberapa company profile seperti Otoritas Jasa Keuangan Lampung, SNV- Netherland, BTM-Muhammadiyah, Apache Lampung, Badan Perencanaan Daerah Provinsi Lampung (sebagai sutradara) dan lain sebagainya. Penekanan Humanis dan emosional menjadi sebuah titik yang ditekankan dalam setiap produksi skenarionya sehingga produksi videonya memiliki identitas yang kuat dalam hal menyangkut perasaan penontonnya.

Minggu, 5 Agustus 2018 adalah pertama kalinya Galih Aditya mengadakan kelas skenario di Bandar Lampung. Bertempat di Gudang Rupa, Galih Aditya akan membagikan banyak hal tentang penulisan skenario khususnya untuk iklan dan film dokumenter. Di kelas nanti, kalian akan mempelajari banyak hal tentang dasar-dasar menulis skenario hingga cara menjualnya kepada klien atau production house.  Karena itu, kiyay sama atu, yuk join with us!  Dengan berinvestasi 150K. Kiyay sama atu selain akan dapat pengetahuan baru tentang skenario, kalian juga akan dapat modul, lunch dan sertifikat dari Lampungnese. Cara bergabung, cukup hubungi kontak yang tertera di poster. See you di minggu pagi!

Komentar

Leave A Comment

Posts from Alletta