Edisi Safari Literasi : Pegiat Literasi Gelar Pesantren Kilat di Lamban Balak

Edisi Safari Literasi : Pegiat Literasi Gelar Pesantren Kilat di Lamban Balak

img
Tak henti-hentinya para pegiat literasi membangun karakter anak negeri dengan berbagai cara. Bulan suci Ramadhan benar-benar dimanfaatkan dengan kegiatan keagamaan selain juga berbagi buku bacaan. Bertempat di ‘Lamban Balak’ rumah adat keratuan darah putih atau rumah peninggalan pahlawan nasional Raden Intan II, hari ini, 21 Juni kemarin, para pegiat literasi menggelar pesantren kilat untuk anak-anak sekolah dasar. Pesantren yang sedianya dilakukan di sebuah gedung, namun berbeda bagi para pegiat literasi. Anak-anak lingkungan kecamatan Penengahan disuguhi koleksi buku dari Lintas Pustaka Lampung, belajar bahasa arab sederhana, mengaji Al-Qur’an, bersedekah pada Yatim & Dhuafa, buka puasa bersama dan sholat berjam’aah.
“Pesantren kilat kali ini, benar-benar kilat, padat, namun berisi. Anak-anak bukan saja belajar tentang arti tetapi juga memahami makna dan bagaimana seharusnya menjaga prilaku. Selain pelajaran agama dan mengaji, anak-anak juga kami kenalkan tentang sejarah Indonesia,” papar Nury Sybli, founder Rumah Baca Akar.

 

“Anak-anak harus terus dikenalkan tentang ke Indonesiaan, tentang kebhinekaan. Karena anak-anaklah pewaris negeri sesungguhnya,” imbuh Nury yang berprofesi sebagai konsultan PR (public relations) tersebut.

Khaja Muda, salah satu pegiat literasi yang mengelola Rumah Akar Raja Baca menuturkan, dalam pesantren kilat ini anak-anak akan diajarkan mengenal sejarah masuknya Islam di wilayah Lampung Selatan yang pada kesempatan ini akan disampaikan langsung oleh tokoh adat keratuan darah putih Bapak Budiman Yakub. “Saya berharap anak-anak kedepan tidak hanya pandai membaca al-Qur’an saja, tetapi juga memahami isinya. Setidaknya pada bacaan Sholat lima waktu,” tukas Khaja Muda, yang didaulat menahkodai pesantren kilat ini.

   

Pesantren kilat ini digelar berangkat dari kerisauan yang terjadi pada lingkugan sekitar Lamban Balak. Menurut Khaja Muda, banyak diantara kita hanya pandai mengucakan lafal saja tetapi tidak mengerti isi yang terkandung. “Bukan saja anak-anak, banyak orang dewasa juga asal baca selesai tapi isinya belum tentu mengerti. Dengan kegiatan kecil ini, mudah-mudahan bisa memperbaiki sedikit dari ibadahnya anak-anak,” ujar seniman theater itu.

 

Seperti juga pada buku, kata Sugeng Hariyono, pendiri motor pustaka Lampung, minat baca anak-anak di kawasan Lampung Selatan cukup meningkat setelah terus menerus didesak dan didatangi. Tetapi apakah bacaan tersebut melekat pada prilaku tentu harus diuji. “ Literasi saat ini sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi, tapi tentu harus terus digelorakan karena PR (pekerjaan rumah_red) kita masih banyak,” katanya.

Dengan Safari Literasi, kata Sugeng, selain ingin meningkatkan minat baca pada anak-anak, juga menjadi ajang silaturrahmi bagi para pegiat literasi baik yang di Lampung maupun yang di Indonesia. “Mumpung bulan suci, kita manfaatkan untuk saling mengikatkan, slaing menguatkan kita yang bukan siapa-siapa ini,” paparnya.

Safari Literasi yang bertajuk “LAMPUNG MENGAJI” pada gelaran Pesantren Kilat ini melibatkan banyak pegiat dari berbagai rumah dan armada pustaka serta wartawan yang aktif mendukung pendidikan anak-anak Indonesia, diantaranya yaitu Motor Pustaka Lampung, Perahu Pustaka, Rumah Baca Akar, Rumah Akar Raja Baca, Rumah Baca Akar Pelangi, Blackhouse Library, Ontel Pustaka, IJTI Lampung, Ikam Jabung Sai ( IJS), Cetul Pustaka Nusantara dan Ransel Pustaka. 

Safari Literasi ‘Pesantren Kilat’ ini menjadi acara pamungkas setelah pecan sebelumnya digelar di Rumah Baca Akar Pelangi Lampung Timur dan Menara Siger Lampung. Pada kesempatan safari literasi di Lampung Timur, para pegiat literasi membagikan mushaf al-Qur’an & Juzzamma dan diisi dengan khataman Qur’an. Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Timur. “Selain khataman, kami juga membagikan sedekah untuk Yatim dan dhuafa,” jelas Rudi Hartono, pegiat Rumah Baca Akar Pelangi.

Sementara di Menara Siger, sambung Sugeng, “selain menggelar buku bacaan, kami juga membagikan takjil gratis untuk para pengunjung.”

Kegiatan amal ini berjalan karena dukungan banyak pihak. Ada perusahaan alat tulis Standardpen yang bersedia membagikan alat tulis dan tas sekolah, ada Sinarmas yang menginfakkan alqur’an dan Juzz amma, ada rumah berbagi #blackhouselibrary yang berbagi untuk yatim & dhuafa, ada teman-teman pegiat hingga jurnalis yang rela menginfakkan tenaga, pikiran dan dananya untuk pesanten kilat ini.

“Saya selaku putra Lampung, tidak kurang-kurangnya mengucap syukur dan terimakasih pada teman-teman dan semua pihak yang ikut membangkitkan dunia literasi di Lampung,” ungkap tokoh muda Lampung, Khaja Muda.

 

Salam Literasi!

 

Artikel by : Sugeng Hariyono  

Komentar

img

best cooling neck wrap

Komentar

ok welcome to you, get free software! best cooling neck wrap http://www.solidob.com/list/best-cooling-neck-wrap.htm

img

star movies action schedule

Komentar

thanks for the posts,it'right! get free now star movies action schedule http://www.solidob.com/list/star-movies-action-schedule.htm

img

hack whatsapp messages without access to phone

Komentar

nice posts, the good article haha!download free now hack whatsapp messages without access to phone http://www.solidob.com/list/hack-whatsapp-messages-without-access-to-phone.htm

Leave A Comment

Posts from Galih Aditya