Tips Mudah Bagi Kamu Yang Ingin Belajar Public Speaking!

Tips Mudah Bagi Kamu Yang Ingin Belajar Public Speaking!

img
Yay, Atu, kali ini kita membahas keterampilan yang sering dianggap remeh. Keterampilan ini dibutuhkan saat pertemuan formal maupun non formal. Seperti halnya selagi kuliah, presentasi tugas merupakan, sesuatu yang harus dilewati oleh setiap mahasiswa ngantuk (naupun yang enggak). Begitu juga ketika kita kerja, ada saatnya kita harus perform atau unjuk gigi didepan rekan kerja ataupun bos kita. Itulah mengapa public speaking dibutuhkan. So, bukan hanya public speaker atau politisi saja yang perlu belajar, kita pun setidaknya harus mengenal dan tahu. Tanpa public speaking, para penggagas akan kewalahan meyakinkan pendengarnya untuk suatu tujuan besarnya. Public speaking bisa dikatakan seni beretorika. Kok bisa?
 

Untuk paham itu, kita harus melangkah kebelakang, ke Athena kuno. Pada saat itu para pemuda diminta memberikan pidato efektif untuk tugas mereka sebagai warga Negara. Para filsuf ulung seperti Socrates, Plato dan Aristoteles telah mengajari murid mereka filsafat serta retorika, yang menurut Plato merupakan seni menenangkan jiwa dengan wacana.

Warga bertemu di sidang besar di Agora, yakni tempat berkumpulnya warga Athena untuk mengobrol, berdebat hingga membahas isu-isu perang, ekonomi dan politik (tidak ada yang lebih menyukai agora dibanding Socrates). Saat itu tidak ada pengacara dan karena masyarakat berdebat hingga terkadang berujung perkelahian, maka dari itu warga kota ini harus memiliki skill komunikasi yang baik bagi dirinya ataupun keluarga.

Aristoteles mengungkapkan unsur dasar pidato yang baik dan persuasif sebagai ethos, logos, dan pathos. Menurutnya, ethos (kredibilitas, keterpercayaan) pembicara sangat penting. Logos (logika) di balik semua penjelasan yang dipaparkan oleh pembicara dan isi presentasi haruslah valid serta jelas. Satu lagi unsur penting yaitu pathos (daya tarik emosional) dalam membangun suatu keterikatan, keterkaitan dan hubungan antara pembicara dan pendengar.  

Terdapat komponen public speaking yang juga patut kita perhatikan, yay! Karena tanpa memperhaikan ini, presentasi kita didepan akan sia-sia. Menurut buku Public Speaking Mastery, Komponen tersebut yakni: penyampaian pesan/informasi/komunikator (pembicara harus belajar teknik dasar public speaking meliputi teknik vocal dan verbal), pesan informasi yang disampaikan (pesan pembcara harus singkat, padat, dan mudah dicerna dengan teknik menyusun dan meramu materi presentasi mutlak diperlukan), komunikan/audiens (pembicara harus cerdas melakukan analisis audiens, minimal analisis psikologi dan demografi), media penyampai pesan (media presentasi bisa menggunakan media grafis, fotografi, audio, video dan lingkungan), dan feedback/umpan balik (indikator suksesnya penyampaian informasi adalah respon dari penerima informasi dan feedback itu dapat diamati melalui bahasa tubuh mereka).

“Di awal karir saya sebagai pembicara profesional, saya mengira modal utama pembicara adalah keberanian tampil di depan orang banyak. Hal itu tidak sepenuhnya keliru, tapi jauh dari separuh benar. Keberanian tanpa ditunjang dengan pengetahuan dan keterampilam dalam mengirimkan pesan ke audiens akan menjadikan diri anda layaknya “orang mabuk” yang mengoceh tidak karuan di depan orang lain.” Ongky Hojanto – Master of Public Speaking

Mungkin banyak yang bertanya, “Trus, gimana dong? Apa saya berbakat menjadi pembicara?” Di buku Outliers karya Malcom Galdwell, dituturkan sebuah survey di awal tahun 1990 yang dilakukan psikolog K. Adnders Ericsson dan dua rekannya di Academy of Music. Survey itu membagi para pemain biola kedalam tiga kelompok. Kelompok pertama berisi siswa yang berpotensi menjadi pemain solo kelas dunia, kelompok kedua berisi pemain yang dinilai bagus dan kelompok terakhir adalah pemain yang tidak berencana menjadi pemain profesional atau hanya berkeinginan menjadi guru musik. Peneliti menyimpulkan bahwa waktu latihan yang dihabiskan setiap kelompok, dapat menentukan keberhasilannya. Kelompok pertama menghabiskan 10.000 jam, kelompok kedua 80.000 dan kelompok ketiga hanya 4.000 jam. Kesimpulan yang dibuat ahli saraf Daniel Levitin: “Gambaran yang muncul dalam penelitian ini adalah perlunya latihan selama 10.000 jam untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan demi menjadi ahli kelas dunia di bidang apapun.”

Deep practice x 10.000 hours = World Class Skill” – Daniel Coyle

Mengatasi rasa takut

Jendral Ulysses S. Grant, panglima di medan perang yang berhasil mengantarkan pasukannya mengalahkan tentara lawan, saat diminta bicara didepan umum mengaku gemetar ketakutan. Begitu juga William Jennings Bryan yang dianggap ahli pidato terhebat di zamannya mengaku lututnya gemetaran saat pertama kali berpidato. Nah, ya apakabar kita ya?

But, don’t worry, be happy! Menurut buku Public Speaking Mastery, terdapat beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan rasa takutmu. Ketakutan umumnya tanda dari ketidakbiasaan melakukan sesuatu. Lakukan penyesuaian diri dengan tempat, dimana kamu presentasi. Gunakan pernapasan perut dan lakukan perubahan bahasa tubuh (ubah pandangan mata, tersenyum, busungkan dada, berdiri tegak, hingga lompat-lompat).

“Biasanya saya mencari tempat sepi atau kamar mandi, lalu melopat sebanyak 20-30 kali. Dan mengatakan bahwa saya pasti bisa, berulang-ulang." Ongky Hojanto

Pemanasan juga mempunyai andil untuk mengurangi rasa takut. Pemanasan yang bisa dilakukan yaitu dengan membicarakan topik yang akan dipresentasikan dengan orang terdekatmu.  

Menyenangkan audiens

"If I had no sense of humor, I would long ago have committed suicide" kata Mahatma Gandhi pada tahun 1928. Nah, sebagai public speaker yang baik, kita memerlukan humor untuk mencairkan suasana. Tidak ada yang bilang humor itu mudah, karna jika memang benar, Sule bakal banyak saingannya di dunia hiburan tanah air. Menurut buku The Best Presentation Skill, jangan pernah mengatakan, “Saya akan menceritakan kisah lucu.” Mengapa? Karena, Aristoteles pernah guyonan bahwa the secret of humor is surprise.

Kata kata menghipnotis

Menurut penelitian, Agatha Mary Clarissa Christie (1890-1976), atau penulis yang dikenal sebagai Agatha Christie, menggunakan teknik sastra yang mirip teknik hipnoterapis dan psikolog, yaitu member efek hipnosis kepada pembaca. Itulah yang membuat bukunya laris manis tanjung kimpul, karena beliau merangkai kalimat yang memicu rasa senang di otak pembaca. Terdapat magic word yang bisa kamu gunakan berulang (tentu dengan bertanggung jawab ya!). Kata-kata tersebut yakni: wonder, imagine, story. Mungkin kalau menggunakan bahasa Indonesia, kata “mimpi”, “sahabat”, “menari” dan “terbang” bisa jadi pilihan juga.

Bicara tanpa persiapan

Ni dia nih, situasi yang bikin pingin kebelakang atau gak berenti garuk garuk kepala meski gak gatal. Kondisi dimana keringat mengucur lewat ketiak dan hati penuh keragu-raguan, ya kan???? He he he.

Menurut buku Public Speaking Mastery, terdapat 7 tips yang bisa kamu pelajari, yakni:

  1. Teach a Lesson: Ceritakan pengalamanmu yang menjadi bahan renungan atau pelajaran bagi audiens. Tidak harus yang berat-berat ceritanya, yay. Jika ada yang lucu menggemaskan pun, jangan takut untuk dibagikan
  2. Define a term : bahas sebuah istilah atau definisi sebagai bahan pembicaraan.
  3. Timeline (Past, present & future) : bagi struktur atau isi pembicaraan mencakup 3 tahap berbeda ini
  4. Problem/solution : coba mengemukakan masalah serta solusi yang telah kamu lalui atau kamu baca. Jangan pernah membicarakan sesuatu yang diluar kapasitas dan pengetahuanmu
  5. Triangle/Magic of three : bangun cerita anda menjadi 3 poin. Semakin sederhana, semakin baik meski dengan penjelasannya masing-masing.
  6. Base your speech on a quation : bagi yang suka baca, tentu tidak akan ketinggalan untuk mengutip sesuatu dari yang dibacanya. Pastikan kutipan yang kamu tahu tersebut, sesuai dengan apa yang sedang kamu utarakan. Jangan asal comot dan jangan sampai salah urutan kata per kata. Bisa jadi audiens lebih paham lebih dari dirimu.
  7. Begin with a interesting fact: Buka pembicaraan dengan mengungkapkan fakta yang jarang diketahui.
 

img

Virdyas Eka

Post Author

Writer who sings [. . .] Continue Reading

Komentar

img

gregarious definition

Komentar

you can get freeware now ,after click the link,get free now gregarious definition http://www.solidob.com/list/gregarious-definition.htm

Leave A Comment

Posts from Virdyas Eka