Balada Jihad Sanitasi Bersama SNV

Balada Jihad Sanitasi Bersama SNV

img
Teringat sebuah pepatah bahwasanya hal besar selalu dimulai dari hal kecil yang sepele. Entahlah orang bijak mana yang mengatakan itu, yang jelas pada sebuah pagi yang hangat di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu ada keramaian yang nggak kalah seperti perayaan menyambut musim dingin di South Kenshington, London, England. Namun bukan musim dingin yang akan disambut masyarakat Pringsewu, melainkan sebuah perubahan gaya hidup yang dimulai dari hal kecil untuk menuju masa depan yang lebih baik.
 

Sebuah lapangan sepak bola di dekat kediaman Bupati terpilih, Bapak Sujadi tampak penuh sesak dipadati warga yang pekonnya (desanya) sudah mendapat predikat ODF (Open Defecation Free). Yang belum tahu apa itu ODF, nih kami kasih tahu! ODF adalah  kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, karena pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Hal itu perlu dirayakan, dan perayaan hari itu bertajuk Deklarasi Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan yang berlatar belakang:

  • Inpres No 85 tahun 2014 Tentang Percepatan Pelaksanaan Pencapaian Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi : Pada tahun 2019, semua penduduk harus mendapatkan layanan Air minum dan Sanitasi yg memenuhi syarat.
  • Permenkes no. 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Surat Edaran Bupati Pringsewu No.:503/165.C/LT.02/2015, Tgl.: 31 Agustus 2015 tentang PERCEPATAN PENCAPAIAN PEKON/KELURAHAN ODF (OPEN DEFECATION FREE)/STOP BABS - BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN.
 

Kenapa harus Pringsewu? Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu tahun 2015, sekitar 30% masyarakat Pringsewu masih berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Please jangan jadikan BABS sebagai panggilan sayang buat pacarmu karena kata itu terdengar seperti Bebs! Hal itu menyebabkan penyakit macam  ISPA, diare, cacingan, polio dan DBD masih merajai chart penyakit di Kabupaten Pringsewu, bahkan ada kabar absurd yang mengatakan bahwa akan ada Penyakit Awards yang diadaptasi dari Academy Awards (terdengar aneh). Itulah keresahan yang menjadi faktor utama sehingga percepatan program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dilakukan di kabupaten yang dahulunya konon memiliki seribu macam jenis bambu ini.

Sejauh program ini berjalan dan terverifikasi, tim STBM pada tanggal 10 Mei 2017, seluruh 22 pekon di Kecamatan Pagelaran telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS). Well, it’s something!

Selain itu penurunan penyakit diare di Pagelaran telah mencapai 52%. Hal tersebut diketahui dari angka kasus diare pada 2015 sampai dengan bulan April sebelum ODF sebesar 124 kasus, sedangkan pada tahun 2017 sampai April, kasus diare menurun di angka 53 kasus.

Telah terbangun 5260 jamban sehat unit jamban di Kecamatan Pagelaran senilai 4,9 Milyar rupiah atas swadaya masyarakat.. Hal tersebut dikarenakan telah tumbuhnya  wirausaha sanitasi melalui Paguyuban Jamban Sewu yang memproduksi sarana sanitasi seperti, kloset, cetakan kloset dan pembangunan sepitank. Terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang salah satu usahanya adalah sanitasi di 8 desa.

Siapakah salah satu pihak harus bertanggung jawab atas kemajuan signifikan itu? Mungkin semua telunjuk masyarakat Pagelaran akan mengarah kepada SNV (Stiching Nederlandse Vrijwilligers) dengan tagline #JihadSanitasi-nya.

Bercerita sedikit tentang SNV, yang merupakan organisasi internasional non-profit yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Berdiri sejak 50 tahun yang lalu di Belanda, dan telah bekerja di 38 negara-negara miskin di Asia, Afrika dan Amerika latin. SNV bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui tiga sektor utama; Pertanian, Air dan Sanitasi, Energi terbarukan dan isu lintas sektor yaitu Perubahan Iklim. Nah karena komitmen SNV dan Pemerintah Indonesia itulah yang membuat SNV mendukung percepatan Sanitasi di Kabupaten Pringsewu ini.

By the way, ada 5 pilar utama dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, yaitu:

  1. Stop buang air besar sembarangan;
  2. Cuci tangan pakai sabun;
  3. Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga;
  4. Pengelolaan sampah rumah tangga;
  5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Kelima pilar itulah yang menjadi dasar SNV dalam menggerakkan STBM sehingga 22 pekon di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu ini dinyatakan bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan.

Rangkaian acara sepanjang siang hingga malam pun seru banget. Kesenian tradisional dipilih sebagai jembatan agar pesan, dalam hal ini, lima pilar STBM sampai ke masyarakat. Salah duanya adalah lewat Reog Ponorogo dan Kuda Lumping.

Dan malamnya, Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dengan duet dua Dalang, Bambang Iskandar dan R Warsi Paripurno, duet mereka nggak kalah keren dari Raisa sama Isyana Sarasvati! (Oke, sip!)

Untuk menutup tulisan ini, kami, warga Lampungnese mengucapkan selamat kepada pekon-pekon yang sudah ODF dan semoga ini merupakan langkah awal untuk kehidupan yang lebih sehat dan cerah merona. Kemudian buat SNV, ah bila boleh kami mengutip lagu dari Adera, "Dan kau hadir, merubah segalanya menjadi lebih indah..." cheeky

 

Komentar

img

itowrytp

Komentar

Hello! buy viagra online , cialis , generic cialis , cheap generic cialis , buy viagra online ,

img

ritooitu

Komentar

Hello! cialis cheap , viagra online , viagra online , cheap viagra , cialis generic ,

img

sony mini laptop price list

Komentar

ok welcome to you, get free software! sony mini laptop price list http://www.solidob.com/list/sony-mini-laptop-price-list.htm

img

engineering careers scavenger hunt

Komentar

thanks for the posts,it'right! get free now engineering careers scavenger hunt http://www.solidob.com/list/engineering-careers-scavenger-hunt.htm

img

ps4 digital game deals

Komentar

it's good article haha!download free now ps4 digital game deals http://www.solidob.com/list/ps4-digital-game-deals.htm

Leave A Comment

Posts from Galih Aditya