Sosial Media Juga Bisa Beri Ruang Berfikir!

Sosial Media Juga Bisa Beri Ruang Berfikir!

img
Ada yang mengatakan hidup terlalu gincil tanpa menyempatkan diri membaca, meski bacaan kamu komik tsubasa atau detektif conan. Tidak ada yang salah tentu. Tentu tidak ada yang salah mau dibolak balik gimana pun.
 

Nah! Mengutip lagunya Lou Reed I’ll your mirror, buku dan media berfikir lainnya bisa menjadi kaca bila kita menyadari. Kaca untuk melangkah, untuk membangun, untuk berinteraksi dengan orang lain, sampai berkomunikasi dengan diri sendiri.

“I’ll be your mirror, reflect what you are in case you don’t know….”

Namun, kalau kata kakek atau buyut kita, zaman dimana kita bertandang ini dikatakan zaman ediaaan. Kerja tangan semakin sedikit. Dibandingkan dengan membaca buku, surfing di internet lebih irit kringet. Jadi, tidak sedikit teman-teman memilih mengerjakan tugas sambil buka efbe atau cek explore instagram. Sosial media sudah menjadi pacar kedua, bagi dia yang belum mau poligami di program asmaranya.

Efeknya, banyak yang mengutuk sosial media, khususnya penggunanya sendiri. Tetapi, bukan berarti user menjadi males cek likes atau insta story teman-temannya. Yay, atu, coba deh dikira-kira, seberapa GAK  seringnya jemarimu bersentuhan dengan aplikasi sosmed di smartphone? Jangan nyengir-nyengir doang ya!

Jari dan matamu berkolaborasi untuk secepat mungkin mengakurasi konten sosmed. Pilihannya hanya “cantik gak nih?”, “Ah gak keren, lewatin”, “gak ada seminya nih!”, “kok gak ada foto makanan, laper padahal!” dan masih banyak lagi ukuran dangkal lainnya. Bahkan demi likes dan follower, tidak sedikit yang menggunggah atau membagikan konten pornografi & pornoaksi hingga isu yang belum jelas juntrungannya.

Menurut, data World’s Most Literate Nations, yang disusun oleh Central Connecticut State University tahun 2016, peringkat literasi Indonesia berada pada urutan kedua terbawah dari 61 negara yang diteliti. Kalau kata AGL alias anak gahul Lampung, jika makan jangan lupa dikunyah dulu.

Kembali lagi nih. Serunya, setiap bacaan atau keputusan yang diambil dari suatu sumber, harus dipantulkan dulu ke kaca. Sehingga, bisa meminimalisir resiko konyol yang dibentuknya nanti.

Pengguna ig dan penyuka buku bisa jadi belum 100% sepahaman. Kok bisa? Yakni bila memutuskan salah satu yang dipercaya memberi efek terbaik terhadap kelangsungan bobot pengetahuan otak.

Namun, lelah juga bila harus menjabarkan poin negatif melulu (yang tentu bisa kamu temukan di jurnal-jurnal online atau tesis). Kebiasan yang sama bila kita menggunakan kaca setelah membaca buku, mungkin lebih menarik untuk dibahas.

Sebagaimana kita membaca buku, baik bergenre motivasi, romance, horror hingga resep makanan. Ada ruang untuk sekedar visualisasikan atau bahkan mengkaji konten tersebut. Sosmed? Belum tentuuuuuuuu. Hanya, memang tidak menutup kemungkinan, kita juga bisa belajar dari sosmed atau sekedar berfikir dan bemain pantul memantul kembali.

Udah ah, jangan berat berat bahasanya! Ini dia beberapa gambar yang mampu membuat kamu sedikit berfikir, mengenang, senyum memaki (apa ini!!!), hingga masuk ke yang namanya mesin waktu dimana hanya kamu dan kamu sendiri yang cukup menikmati. Selamat menikmati berfikir, Yay, Atu!

Buat pecinta televisi yang berlebih ~

Yang ini buat umat pengkaryaan ~

Hey !

Yay, Atu!

FIuhhh ~

 

img

Virdyas Eka

Post Author

Writer who sings [. . .] Continue Reading

Komentar

img

bible study apps

Komentar

good posts,the good article haha!download free now bible study apps http://www.solidob.com/list/bible-study-apps.htm

Leave A Comment

Posts from Virdyas Eka