Kawin Lari Yang Diperbolehkan Dan Bisa Dibilang Romantis

Kawin Lari Yang Diperbolehkan Dan Bisa Dibilang Romantis

img
Cinta! Ya, kali ini mau ngomongin soal cinta, dan sebaiknya kita sama-sama satukan frekuensi pemikiran lalu bermusyawarah untuk sebuah mufakat bahwa cinta yang sebenarnya itu adalah sebuah perkawinan. Mari lupakan sajak atau lagu nestapa yang bilang, “Cinta tak harus memiliki,” It’s bullshit, guys!” Kalau lo cinta seseorang, lo nggak akan punya alasan buat bersembunyi dibalik kalimat itu!.
Ngomong-ngomong masalah perkawinan, ada hal unik, nih, dalam adat Lampung. Namanya Sebambangan atau larian yang sering di konotasikan negatif sebagai “Kawin Lari” sama orang-orang yang tinggal di kota lain atau bahkan sama orang-orang yang tinggal di Lampung sendiri karena nggak tahu tentang kejelasan tentang pengertian sebambangan itu sendiri.

Sebambangan atau larian adalah adat yang mengatur pelarian gadis oleh bujang kepada kepala adat setempat untuk mendapat persetujuan oleh orang tua si gadis tersebut. Nantinya kedua belah pihak keluarga akan bertemu dalam suatu musyawarah adat dimana bila kedua belah pihak setuju, pernikahan akan dilangsungkan. Pernikahan ini dinamakan pernikahan Rasan Sanak.

Sebambangan atau larian ada aturannya lho, Lampungnese, berikut ulasannya:

Tengepik

Jadi si gadis ini meninggalkan tengepik atau surat pemberitahuan kepada orang tuanya bahwasanya ia pergi dengan pasangannya. Lalu si gadis dibawa bujang kepada penyimbang atau tetua adatnya. Jadi, bukan dibawa kabur ketempat antah berantah dan backstreet dari keluarga.

Di tempat penyimbang nanti dilakukan musyawarah untuk menentukan utusan dari pihak si bujang yang akan menemui keluarga si gadis, nah, prosesi ini dinamakan....

Ngattak Pengunduran Senjato atau Ngattak Salah

Jadi nih, guys, saat utusan yang biasanya kerabat si bujang sudah ditentukan. Dia akan segera datang dalam waktu 1x24 jam kalau mereka sama-sama tinggal di Lampung. Tapi, kalau di luar kota, kita ambil yang terjauh, di Merauke, deh! Itu waktunya 3x24 jam (Semoga pesawatnya nggak delay, ya!). Utusan itu bawa keris adat. Bukan buat  ngajak berantem, tapi untuk ditinggal di rumah keluarga si gadis bersamaan pemberitahuan bahwasanya anak gadisnya ada sama kepala adat pihak si bujang dan dalam keadaan sehat walafiat. Keris ini nanti di kembalikan setelah kedua belah pihak sudah mencapai mufakat.

Bepadu

Nah, ini semacam seserahan gitu tapi belum resmi. Jadi kerabat si bujang datang lagi ke keluarga si gadis bawa aneka makanan atau jejamuan, tapi kadang juga bawa sapi untuk nanti disembelih dan pesta sambil ngundang DJ Guetta. Intinya, nanti kedua belah pihak bermusyawarah, dan bila keluarga si gadis menerima, para tetua adat dan keluarga si bujang akan datang ke rumah si gadis untuk meminta maaf dan merencanakan hari pernikahan.

Dalam musyawarah ini, biasanya keluarga si gadis mengajukan beberapa syarat kepada keluarga si bujang mengenaisereh pembayaran atau bahasa yang mudah dicernanya sebagai uang adat gitu, deh, guys. Biasanya akan ada lobi-lobi tipis disini nanti, tapi dalam suasana kekeluargaan.

Manjau Mengiyan dan Sujut

Setelah pertemuan yang melibatkan tetua adat dari pihak bukan dan keluarga si gadis berjalan lancar dan si gadis udah pulang ke rumah, baru nih, si bujang diantar keluarga besarnya datang untuk memperkenalkan diri kepada orang tua dan keluarga besar si gadis, inilah yang disebut manjau mengiyan. Setelah itu nanti ada sungkeman atau sujut kepada penyimbang-penyimbang adat dan kerabat si gadis yang hadir, lalu akan ada juga pemberian gelar oleh ibu-ibu dari pihak keluarga gadis.

Peggadew Rasan dan Cuak Mengan

Pegadew rasan yaitu acara akad nikah si bujang dan gadis. Sementara cuak mengan itu artinya mengundang makanpenyimbang-penyimbang atau tetua adat kedua belah pihak, keluarga besar kedua belah pihak dan tamu-tamu lain, atau bahasa kerennya hajatan dari pihak si bujang.

Nah, unik dan dramatis kan, adat pernikahan dalam masyarakat asli Lampung? Meskipun sekarang sudah jarang terjadi lagi, tapi di beberapa daerah tradisional di Lampung, tradisi yang bertendensi azaz musyawarah ini masih, kok, berjalan. Keren, kan?  

Jadi kesimpulannya, di Lampung, cowok ngajak nikah cewek, dia nggak akan bilang, “Will you marry me?” tapi dia akan bilang “Will you larian with, me?”  cool

Komentar

img

pyewpiyy

Komentar

Hello! buy cialis , buy cialis , viagra online , viagra online , buy cialis ,

img

uyyurwuw

Komentar

Hello! generic cialis online , generic cialis online , buy generic viagra , buy generic viagra , generic cialis online ,

img

tuuoroii

Komentar

Hello! buy viagra online , buy viagra online , cialis , generic cialis , cheap generic cialis ,

img

irpyptot

Komentar

Hello! generic cialis online , cialis online , viagra coupons , viagra coupons , viagra generic ,

Leave A Comment

Posts from Virdyas Eka Diputri