Skrillex Mungkin Akan Mengajak Kamu Kolaborasi Kalau Kamu Bisa Memainkan 4 Alat Musik Tradisional Lampung Ini

Skrillex Mungkin Akan Mengajak Kamu Kolaborasi Kalau Kamu Bisa Memainkan 4 Alat Musik Tradisional Lampung Ini

img
Halo everyone! Berbicara tentang alat musik tradisional, setiap daerah di Indonesia pasti mempunyai alat musik yang merupakan kekhasan lokal daerah masing-masing. Jawa Barat memiliki angklung, DKI Jakarta dengan tehyan-nya, Jawa Tengah yang sudah eksis dengan gamelan, sampai Nusa Tenggara Timur dengan Sasando-nya. Lalu bagaimana dengan Lampung? (Pasti kalian sudah menduga pertanyaan saya itu, ya, memang itu selalu klise!) Hahahahahaha (Ini tertawa palsu by the way!). Setidaknya, ada empat alat musik tradisional Lampung yang harus kamu tahu walau kamu nggak bisa memainkannya (wajar lah nggak bisa memainkan alat musik tradisional Lampung, di sekolah pelajaran keseniannya cuma seminggu sekali) Karena mungkin kalau kamu bisa memainkan keempat alat musik Lampung ini, kamu bisa lebih keren dari Skrillex. Bayangkan saja kalau dalam suatu panggung misalnya kamu ditantang battle ama Skrillex, dia dengan instrumen modernnya macam bass, turntable, drum mechine, synthesiser hingga music sequencer melawan kamu yang berinstrumenkan gamolan, kompang, gambus dan serdam? Pasti yang terjadi adalah, Skrillex bakal tercengang dan ngajak kamu kolaborasi sama seperti yang dia lakukan pada Justin Bieber.
Seperti yang kita ketahui bersama,  Skrillex merupakan seorang Electronic Dance Music atau bahasa kekiniannya adalah DJ. Pemenang Best Dance/Electronic Album, Best Dance Recording dan Best Remixed Recording pada Grammy Awards ke 54 ini paling hobi sama yang namanya berkolaborasi, dari Diplo yang notabene sesama DJ, Justin Bieber, Bruno Mars, Kai, Ellie Goulding, Krewella, Purple Lamborghini dan masih banyak lagi. Skrillex adalah musisi yang selalu mencoba hal-hal baru dalam bermusik karena itu ia berkolaborasi dengan berbagai penyanyi dengan “soul” yang berbeda. Lalu bagaimana denganmu kalau misalnya kamu bisa memainkan empat alat musik tradisonal Lampung? Maukah Skrillex berkolaborasi sama kamu? Hmm, menurut perhitungan probabilitas saya yang saya adopsi dari cara Stephen Hawking mendeteksi bahwa  Billy Elliot adalah serang homo, jawabannya adalah, ya! Kamu bisa kolabs sama Skrillex. Tapi sebelumnya, kita kenalan dulu sama empat alat musik tradisional Lampung ini dan bagaimana cara bekerjanya:

Gamolan

Alata musik dari bambu ini mirip seperti gamelan namun ukurannya lebih mungil dan simple. Konon, menurut penelitian yang dilakukan peniliti asal Australia, Margaret, gamolan lebih tua dari gamelan karena gamolan ditemukan di relief candi borobudur.

Gamolan awalnya terdiri dari delapan bilah bambu yang mewakili tangga nada do, re, mi , fa, sol, la, si, do, akan tetapi gamolan yang sering kita temui sekarang hanya berjumlah tujuh bilah bambu dengan hilangnya nada fa dalam gamolan. Lucunya tak ada spekulasi yang beredar mengapa tangga nada fa menghilang, Margaret pun  tidak tahu,  begitupula dengan saya, dan Skrillex akan makin penasaran dengan alat musik ini.

Serdam

Ini bentuknya seperti suling tapi bukan suling, perbedaan mendasarnya adalah nada dasar yang dihasilkan serdam adalah G, sementara suling adalah C. Serdam terdiri dari lima lubang dan menghasilkan nada do, re, mi, sol, la, dan si.

Kalau Skrillex denger ini, pastinya dia akan ngajak Justin Bieber untuk nambahain instrumen ini di lagu Where Are U Now?

Kompang

Bentuknya kayak rebana yang dimainin grup qasidahan, terbuat dari kayu  dan kulit kambing. Kompang dimainkan secara beregu dan biasanya, alat musik ini akan dimainkan di acara-acara adat sampai penyambutan pejabat. Di beberapa daerah lain di Lampung alat musik ini dikenal sebagai khaddap.

Sebuah new sound akan tercipta kalau Skrillex mainanin drum elektriknya dan kamu bersama grupmu mainin Kompang. Kolaborasi yang menarik untuk dibayangkan.

Gambus

Alat musik ini identik dengan islam karena pada dasarnya alat musik ini berasal dari timur tengah. Namun perkembangan zaman yang sejalan dengan penyebaran agama islam di Lampung, alat musik ini telah menyatu bersama kearifan adat masyarakat Lampung sehingga menjadi instrumen utama dalam setiap acara adat yang melibatkan musik tradisional Lampung.

Suaranya yang “kultur-able” akan membuat siapapun yang mendengarnya terbawa pada segala sesuatu yang berbau klasik namun nggak kuno, apalagi kalau Skrillex bisa maininnya dan menjadi referensi instrumen untuk project baru dia sama Bruno Mars.

Nah, Yay, Atu, setidaknya segitu dulu, deh, saya mengajak kalian berandai-andai tentang Skrillex sembari sharing sedikit tentang alat-alat musik tradisional Lampung. Ingat alat musik tradisonal bukan berarti nggak sensasional dan alat musik tradisional emang klasik tapi tetep asik. Intinya, harus ada generasi muda yang bisa menjaga kelestarian alat musik tradisional Lampung kita tercinta ini. Ah, pada akhirnya saya membayangkan Afternoon Talk atau Holaspica memainkan gambus saat mereka manggung.

Komentar

Leave A Comment

Posts from Galih Aditya