Kearifan Lokal Lampung Yang Kece Diangkat Ke Film

Kearifan Lokal Lampung Yang Kece Diangkat Ke Film

img
Jakarta memang masih menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia kesineasan, terutama bagi sineas-sineas pemula di daerah. Jakarta menawarkan lokasi-lokasi ikonik yang sudah mahsyur menjadi setting film dari masa ke masa. Begitupun dengan budayanya, budaya pop nan glamor Jakarta nampaknya mempunyai magnet tersendri bagi sineas dan itu amat disukai penonton sekarang. Budaya etnik Jakarta pun tak jarang terekpose dalam ragam sinema sampai film televisi. Kehidupan masyarakat betawi dari logat bicara, ondel-ondel, lenong, marawis sampai Benyamin S, semuanya bikin sineas daerah terkadang iru melihat ragamnya.
Yogjakarta dan Bandung menjadi pesaing Jakarta dalam rangka perbendaharaan setting dan budaya yang diangkat. Medan pun tak mau kalah dengan film Toba Dreams, Indonesia Timur menyusul lewat film seperti Tanah Air Beta, Belitung mencuat lewat Laskar Pelangi, Sumatera Selatan dengan Gending Sriwijaya, pedalaman Jambi lewat film Sokola Rimba,hingga baru-baru ini Makassar dalam film Athira, Bali? Jangan ditanya lagi. Terlepas siapa dan dari mana asal sutradara dan rumah produksinya, mereka berhasil mengangkat kearifan lokal budaya setempat lewat drama 90 sampai 120 menit. Seperti yang dikatakan Didi Petet,

Film yang baik itu adalah film yang mampu mengedukasi masyarakat.

Karena itu langkah sineas untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia dalam film merupakan langkah yang tepat dalam rangka mempromosikan Indonesia dan mengedukasi masyarakatnya sendiri tentang kebudayaan lain selain daerah mereka tinggal.

Lalu bagaiman dengan Lampung? Daerah yang memiliki luas 35.376.50 km2  saat ini jarang kita jumpai menjadi setting atau sebagai icon tokoh dalam film nasional, padahal potensi Lampung begitu luar biasa untuk dieksplorasi. Baru-baru ini Lampung memunculkan film Ghandaru yang diangkat dari novel dengan judul serupa karangan Adian Saputra. Lalu Lampung juga masuk dalam setting The Naked Traveler yang menggandeng Maudy Ayunda sebagai bintangnya, hanya saja, butuh lebih dari dua film itu untuk memperkenalkan kebudayaan Lampung ke masyarakat di luar Lampung.

Buat kamu yang sineas, ada beberapa budaya Lampung yang sepatutnya kita angkat dalam sebuah film, misalnya:

Logat Bicara

Belakangan dalam sebuah ajang Stand Up Comedy, Newendy Septian muncul dengan logat Lampungnya yang kental. Raditya Dika dan Indro Warkop pernah mengatakan bahwa logat Lampung itu seperti Madura, namun bila ditelaah lagi, logat Lampung sangat berbeda dengan Madura dari segi intonasinya. Inilah yang harus ditangkap sineas Lampung agar kekhasan bicara logat Lampung mempunyai posisinya sendiri dalam keragaman budaya Indonesia tanpa dimirp-miripkan dengan logat daerah lain.

Aksara

Lampung pun memiliki aksaranya sendiri, bukti kekayaan budaya yang dimiliki Lampung. Selayaknya sineas mengangkat aksara Lampung dalam filmnya. Bila dalam sebuah film drama misalnya, dimana seorang tokoh menulis surat atau puisi dalam aksara Lampung. Cool right?

Kain Tapis

Dalam film pendek Diary To Sovia yang sedang saya kerjakan, saya mengangkat tentang tokoh bernama Sophia yang merupakan fashion blogger sekaligus designer. Kekhasan dari tokoh yang diperankan Nada Niya ini ialah, selalu ada syal motif tapis yang melingkar di lehernya. Ia berpendapat syal motif tapis ialah fashionable bagi anak muda.

Behind the scene Diary To Sovia

Kopi dan Lada

Lampung kaya akan hasil bumi terutama Kopi dan Lada. Dua komoditas itu menjadi andalan Lampung dalam mempromosikan potensi pertanian dan perkebunannya. Sineas bisa menangkap hal ini dengan membantu mempromosikan komoditas itu lewat film dimana kita bisa mengangkat film tentang kehidupan petani kopi atau lada yang khas di Lampung. Akan tetapi jangan lupa sisipkan drama CERDAS sebagai sisi komersialnya karena sutradara sekelas Woody Allen, Ang Lee sampai Steven Spielberg pun memikirkan hal tersebut.

Tari Khas Lampung

Tari Sembah dan Tari Cangget Agung bisa dikedepankan disini. Karena selain atribut penari yang Lampung banget, musik tradisonal Lampung pun jadi ikut terangkat. At least kamu juga bisa menceritakan sedikit tentang sejarah dibalik tari-tarian tersebut.

Tempat Wisata

Lampung menyediakan lokasi yang bisa jadi option untuk genre film. Drama dan komedi bisa mengambil spot-spot di perkotaan seperti Tugu Adipura, Lungsir, Taman Merdeka Kota Metro, Goa Maria di Pringsewu sampai Taman Ham Tebiu di Lampung Barat. Kamu mau buat horor? Ada Rumah Kapal di Teluk Betung, Bandar Lampung, Bendungan Batu Tegi,  Rumah Sakit Kartika (sudah ditutup) atau Pantai Taring Hiu? Lampung lengkap deh! Yuk vakansi bersama google maps mu!

Hmm, Lampung nggak kalah oke, kan, dari kota lainnya? Yuk, ah kita sebagai sineas promosikan sendiri provinsi kita, karena kemajuan sebuah kota itu tergantung anak-anak muda kreatif yang ada di kota itu sendiri, Lampung punya pemuda-pemuda seperti itu.

Komentar

img

ieoyrotp

Komentar

Hello! viagra online , viagra online , cialis online , cialis online , cialis online ,

img

uwupieup

Komentar

Hello! buy generic viagra , buy generic viagra , generic cialis online , generic cialis online , generic cialis online ,

img

wiyooyui

Komentar

Hello! cialis canada , cialis canada , buy generic viagra , buy generic viagra , buy cialis online ,

img

wuweepyp

Komentar

Hello! cialis online , cheap viagra , cheap viagra , viagra cheap , cialis generic ,

img

rytpprwp

Komentar

Hello! viagra , cheap viagra , generic cialis online , cialis , cialis ,

img

pyptotui

Komentar

Hello! viagra cheap , cialis cheap , buy cialis , buy cialis , buy viagra ,

Leave A Comment

Posts from Galih Aditya