Kata Siapa Kita Gak Punya Klub Bola, SS Lampung FC Namanya!

Kata Siapa Kita Gak Punya Klub Bola, SS Lampung FC Namanya!

img
Di pagi yang sedikit cemas  itu, saya menunggu partner saya yang telah mengatur janji dengan narasumber dari Sakai Sambayan (SS) Lampung FC dan luar biasanya sampai sesi latihan SS Lampung FC selesai ia tidak muncul juga ke area stadion Sumpah pemuda di bilangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Hanya berbekal nama sang narasumber, akhirnya saya beranikan diri bertanya pada seorang pemain SS Lampung FC  tentang Bung Adolf Ayatullah Indrajaya yang juga merupakan pendiri BSS Sakai Sambayan yang merupakan gerakan supporting dari suporter sepak bola Lampung dan sekaligus pendiri SS Lampung FC ini. Beberapa menit menunggu, akhirnya saya bertemu dengan pria yang akrab disapa Bung Dolf ini dengan iringan perasaan awkward, hingga akhirnya kami menjadi akrab dalam obrolan tentang sepak bola. Berikut obrolan santai bersama Bung Dolf di kafetaria outdoor dekat stadion pagi menjelang siang itu:
 

Kenapa, sih, Bung, mendirikan klub sepak bola di provinsi yang kultur sepak bolanya belum terbentuk?

Saya resah melihat Lampung FC di tahun 2013 yang merupakan runner-up LPIS, divisi utamanya IPL (Indonesian Premier League) yang seusai kompetisi para pemainnya terlantar karena tidak adanya lagi manajemen. Berbagai cara telah kami lakukan demi keberlangsungan klub namun tidak ada hasil, akhirnya para suporter senior dan teman-teman di Lampung berinisiatif membuat gerakan suporter baru yang bernama Balai Sakai Sembayan. Kami mengambil alih PSBL yang tidak bisa ikut liga pada musim berikutnya karena ketiadaan dana. Kami patungan untuk keberlangsungan klub lalu melakukan seleksi terbuka.

Jadi, PSBL 2014 itu adalah kombinansi pemain PSBL 2013 dan Lampung FC 2013. Kami sempat tanding ke Cilegon namun kami kalah karena kami kalah segalanya dari segi finansial dan lainnya. Terkuak pula waktu itu ada beberapa bantuan dana dari sponsor yang seharusnya 100 juta, hanya masuk 30 juta ke klub. Setelah kami konfirmasi ke banyak pihak yang mengurus dana tersebut, kami mendapati banyak versi yang cukup meyakinkan kami bahwa semuanya ini NGGAK BENER! Kami kecewa. Tak lama setelah itu, PSBL dan Lampung FC vakum tapi antusias supporter masih menyala akhirnya kami buat klub SS Lampung FC. Tahun 2015 kami daftar Liga Nusantara, yang merupakan liga kasta terendah PSSI. Jadi klub ini adalah klub mandiri yang dibentuk oleh suporter.

Bagaimana persiapannya?

Tahun 2015 kami buat Trofeo Segitiga dimana ada SS Lampung FC, PS Bengkulu dan Cilegon United.

Syarat apa saja, sih, selain finansial yang sehat untuk sebuah klub sepak bola mengikuti kompetisi?

Dalam tanda kutip kita punya stadion untuk pertandingan kandang dan kita punya pemain yang membuat penonton ingin nonton ke stadion, karena itu kita memilih Elie Aiboy.

Komposisi skuad SS Lampung FC sendiri?

Setelah konsultasi dengan Elie Aiboy yang menginspirasi kami dimana ia dengan Bambang Pamungkas membuat Liga Malaysia yang awalnya tidak diperhitungkan di Asia Tenggara menjadi salah satu liga terbaik di Asia Tenggara, kami ingin hal tersebut menular ke Lampung. Lalu kami melakukan seleksi terbuka yang dipimpin oleh Coach Halilintar Gunawan dan Elie Aiboy, terpilihlah 30 pemain. Rata-rata pemain muda asli Lampung usia 18-22 tahun, kemudian ada Eko Maryadi yang merupakan legenda PSBL tahun 2000-an dan Nursidik yang merupakan ex pemain Semen Padang tahun 2000-an, ya semuanya kombinasi, deh.

Pengalaman seru bersama Elie Aiboy?

Sumber foto : goal.com

Pertama kali turun dari pesawat ia bertanya, “Ini klub anggota PSSI, bukan?” Kami beberkan akta-akta yang menunjukkan kami merupakan anggota resmi PSSI.

Ia bertanya lagi, “Siapa pemain-pemain kita?”  Saya jawab, “Belum ada!”

Ia bertanya lagi, “Oke belum ada, berapa bola yang kita punya?” Saya jawab “belum ada!”

Ia mengatakan “Ini klub gila!” (sambil tertawa). Kemudian Elie Aiboy dan Coach Gunawan pun memimpin seleksi terbuka yang diikuti 130 orang.

Apa yang ingin Anda sampaikan untuk anak muda Lampung biar mau nonton bola ke stadion?

Ketika saya pertama kali ditunjuk menjadi ketua Balafans tahun 2012 saya sadar diri kalau atmosfer sepak bola di Lampung itu masih jelek. Teman-teman supporter bola waktu itu malah banyak yang dukung klub luar negeri. Karena itu melalui pergerakan sosial media grup facebook BSS Sakai Sambayan kita memasukkan unsur kreatifitas suporter luar negeri dalam nuansa Lampung, baik dari sapaan yay dan atu sampai membuat lagu supporter bernuansa reggae dan punk, berikut juga koreo-koreo suporter luar negeri. Saat ini saya mengajak anak muda untuk menjadi bagian dari suporter modern. Suporter yang mau datang ke stadion dan beli tiket untuk mendukung klub kotanya bermain.

Terakhir, nih! Ronaldo atau Messi?

Ronaldo. Dia lebih dari sekedar pemain, dia pemain yang laku secara komersial dan mampu mendatangkan sponsor. Klub manapun akan senang menampungnya.

Nah teman-teman, yuk kita sempatkan menonton mereka bertanding sembari bernostalgia kala stadion pahoman pernah menjadi saksi bisu, ataupun PKOR. Semoga SS Lampung FC bisa menorehkan prestasi membawa nama Lampung di masa yang akan datang. yesblush

Komentar

img

wuipiorp

Komentar

Hello! cialis cheap , cialis cheap , online viagra , online viagra , cialis cheap ,

img

ueyywuwe

Komentar

Hello! cialis online , cialis online , cheap viagra , cheap viagra , viagra cheap ,

Leave A Comment

Posts from Galih Aditya