Catatan Kecil Di Hari Kemerdekaan Kemarin!

Catatan Kecil Di Hari Kemerdekaan Kemarin!

img
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil melumpuhkan semua lawan dua set sekaligus sejak fase penyisihan group selama gelaran olimpiade berlangsung. Dalam partai final Ganda Campuran Badminton Olimpiade Rio de Janeiro. Sebanyak 17 suttlecock digunakan dan 45 menit durasi pertandingan. Ini kebetulankah atau takdir Tuhan? Kita pantas menyebutnya Kado Terindah di Hari Kemerdekaan Indonesia.
Yay-Atu, Sepertinya tidak ada yang mampu menahan haru dan mengehentikan air matamu yang jatuh di pipi ketika bendera kebangsaan kita berkibar di atas bendera bangsa lain. Hanya pada moment olahragalah semuaitu mungkin terjadi. Rasa cinta akan tanah air Indonesia seketika akan bertambah berkali-kali lipat detik itu juga.

Beberapa catatan kecil di moment kemerdekaan bagi anak muda Indonesia khususnya yang lahir, besar, dan nyari makan di Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai ini :

Mental Juara

Tentu saat ini kamu mempunyai target-target yang ingin dicapai dalam hidup. Kamu menginginkan bahkan sampai memimpikannya. Sekarang kamu sedang proses mencapai tujuanmu itu. kadang tidak ada orang yang percaya dengan apa yang kamu lakukan. Kadang kamu mengalami kesulitan, dihadapkan oleh dua pilihan dan kamu terjatuh.

Saat pasangan ini gagal bawa pulang emas olimpiade 2012 di London tentu menjadi smash tajam bagi mereka. Bayangkan Yay-Atu? Akibat dari kekalahan saat itu, bukan hanya dapat komentar miring dari seluruh penduduk negeri ini. Owi dan Butet harus menunggu empat tahun lamanya. mereka mandiri berlatih keras,  jauh dari keluarga. Tahan kangen, tahan derita nggak bisa sering-sering ngopi cantik dan hang out sama teman-teman 48 purnama lamanya.  Seperti Liliyana yang menunggu bertahun-tahun untuk kemenangan hari ini apakah kamu sanggup berdiri dan bangkit lagi? Jika jawabannya ya, selamat kamu memiliki mental juara!

Kalahkan diri sendiri

Owi-Butet begitu terlihat tenang saat bertanding. Bagaimana caranya dua orang berbeda jenis kelamin harus satu visi. tentu saja hal ini tidaklah mudah. Seperti pelajaran sains, Owi dan Butet membutuhkan formula dan rumus yang tepat.

Belum lagi, ekspektasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang berharap penuh agar keduanya bisa memberikan kado terindah. Bagi yang gak kuat iman, tentu akan stress akibat pressure yang ditimbulkan dari ekspektasi tersebut.

Butuh waktu 24 tahun bagi Indonesia untuk memunculkan pebulu tangkis wanita terbaik. Liliyana dijuluki ratu mix double sekaligus menyandang gelar Skrikandi kedua (setelah Susi Susanti/Barcelona 1992) di bidang yang Ia cintai. Pada review match yang di slow motion Butet tak henti-hentinya mengucap focus pada dirinya sendiri saat ia bertanding pagi itu. Suatu pencapaian mereka mampu mengalahkan ego diri masing-masing.

Indahnya Toleransi

Jangan lupa Yay-Atu, Provinsi Lampung juga dikenal memiliki masyarakat majemuk, kalau Bahasa kerennya sih, Lampung ini “Indonesia Mini”. Toleransi juga bisa kita tunjukkan di dalam kehidupan sehari-hari, sampai akhirnya kita bisa bahu membahu mewujudkan mimpi.

Sikap toleransi juga ditunjukkan oleh kedua pasangan ini. Tontowi Ahmad yang akrab di sapa Owi merupakan seorang muslim taat bersuku jawa, sedangkan Liliyana Natsir atau Butet ini seorang nasrani bersuku manado. Inilah Bhineka Tunggal Ika, mereka gotong-royong berjuang untuk mengibarkan bendera Merah-Putih di ujung tiang paling tinggi pada pesta olahraga terbesar di dunia-akhirat ini.

SOURCE: PHOTO 

Komentar

img

eterwiyo

Komentar

Hello! buy viagra , cialis , cialis , cialis , buy viagra ,

img

owrytppr

Komentar

Hello! viagra , viagra , viagra cheap , cialis cheap , buy cialis ,

img

border design vector

Komentar

good posts,the good article haha!download free now border design vector http://www.solidob.com/list/border-design-vector.htm

img

office 2013 phone activation

Komentar

thanks for the posts,it'right! get free now office 2013 phone activation http://www.solidob.com/list/office-2013-phone-activation.htm

Leave A Comment

Posts from Intan Pradina