Obat Depresi Yang Ada Pada Dirimu Sendiri

Obat Depresi Yang Ada Pada Dirimu Sendiri

img
Slow down, you’re too important.” Kata Tony Bennet ketika mendengar kabar meninggalnya Amy Winehouse. Rekaman video yang tidak lama ini di tayangkan di stasiun tv luar negeri, sontak membuat bergidik. Apa yang terjadi pada mereka yang tidak bisa bertahan di kerasnya hidup. Ketika telinga sudah terlalu pekak mendengar suara kritikan orang lain kepada kita tanpa tedeng aling-aling. Tubuh terlalu rentan dengan kesusahannya berjibaku dengan realita yang tidak secantik ekpektasi. Lalu siapa sangka the only choice we have adalah shortcut atau jalan pintas (yang kita anggap) terindah, seperti pemakaian alkohol yang berlebihan, drugs, free sex dan lain halnya.
Kontrasnya, ternyata semua itu bukannya menjadi jalan penerang kita agar hidup kita lebih mudah, malah terkesan semakin menimbun kita ke kuburan konyol yang dibuat sendiri. Suara dunia yang terlalu riuh terkadang menjadi faktor pendorong yang paling signifikan bagi seorang publik figur atau mungkin a person, untuk mencari jalan alternatif yang akhirnya meruntuhkan semua yang sudah lama dibangun. Tentu ada antidote yang bisa memecahkan semua permasalahan itu. Atau seperti sejarah yang mengajarkan kita untuk membaca dan mengkaji, bahwa keheningan atau solitude sangat dibutuhkan bagi tubuh juga jiwa raga.

Seperti petikan dari Allan Watts,

“If to enjoy even an enjoyable present we must have the assurance of a happy future, we are “crying for the moon.” We have no such assurance. The best predictions are still matters of probability rather than certainty, and to the best of our knowledge every one of us is going to suffer and die. If, then, we cannot live happily without an assured future, we are certainly not adapted to living in a finite world where, despite the best plans, accidents will happen, and where death comes at the end”

Ia menerangkan ketika kita hidup untuk masa depan yang tidak pasti, tentu hasilnya pun tidak akan solid. Simpelnya, jika kita pingin happy, tapi kita hanya bergantung dengan karangan atau fantasi kita sendiri tentang indahnya masa depan, yang ada, kita cuma menyiksa diri. Karena tidak ada yang bisa meramalkan masa depan dengan sangat tepat.

Lalu apa yang akan kita pilih, jika kita mendapati diri kita depresi atau frustasi karena ekspektasi yang begitu tinggi, petikan buku  Berhentilah sejenak, kawan dari Rani Moediarta bisa jadi jawabannya.

Hadir 100% di sini pada saat ini

Kurang-kurangilah bermultitasking, karena terkadang momen kamu berada saat ini, 100% , be present, adalah momen berharga yang patut disadari. Ketika kita bermulti tasking atau meremehkan interaksi yang kita buat kepada manusia, akan membuat semua hal dihidupmu menjadi biasa, tak bernilai dan bablas begitu saja. Wajar jika ada yang berkata, “ Cepat sekali waktu berlalu”, itu berarti kamu membuat waktu berharga mu bersama yang terkasih. Karena momen takkan terulang.

Mari menggeser sudut pandang

Entah kebetulan atau tidak, tetapi di bukunya Rani, mengutip beberapa adegan di film Dead Poet Society yang dibintangi Robin Williams, yang juga merupakan scene favorit saya. Ketika itu si guru mengajarkan bahwa pengamatan kita bisa bergeser bila kita menggeser tempat kita memandang. Begitu juga dengan perspektif. Besar kecil masalah akan teratasi jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. 

Hidup bukan sekedar bertahan hidup

Konsep di chapter ini merupakan favorit saya. Kenapa? Karena disitu kita diajarkan untuk mulai melihat hidup bukan hanya dari kaca mata “survival” atau bertahan hidup. Menjalani hidup dengan modus “terus berjuang” akan sangat melelahkan. Jadi mengapa tidak melampauinya, yaitu menjalani hidup sekaligus menikmatinya (beyond survival). ”Hei hidup itu kan.. bukan sekedar mencari penghidupan…!

Takaran sukses

Sejuknyaaaaaa melihat tulisan di bab 7 di buku ini. Seperti ini kurang lebih petikannya, “Bila beban hidup terasa terlalu berat, sesekali lepaskanlah takaran umum.” Jadi apa ya takaran umum itu? Takaran umum adalah anggapan atau pandangan umum yang diberikan orang-orang sekitar atau stereotip kepada individu yang terkadang tidak relevan, Untuk menghadapi itu, kita memerlukan bekal kemandirian. Kemandirian finansial, mental, emosional, dan spiritual. Ketika semua itu sudah dipenuhi, kamu bisa fleksibel menghadapi takaran umum yang terkadang gak banget itu. 

Meditasi: Pulang kepada cinta.

Konsep terakhir merupakan hal yang melengkapi kebutuhan kita untuk lepas dari arus waktu yang menggulung dan menjebak kita kedalam kesengsaraan karena ketidaktahuan. Tentu istilah meditasi sudah tidak asing bagi anak muda jaman sekarang. Tinggal cari di gugel, semua teratasi. Tetapi yang patut digaris bawahi yaitu, meditasi membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan menumbuhkan rasa cinta bagi diri sendiri. Karena cara meditasi setiap orang itu berbeda. Terkadang orang tidak mau meluangkan sedikit waktunya untuk sekedar bernafas dengan benar. Ibadah pun bisa dikatakan meditasi. Dengan memusatkan pikiran atau berkonsentrasi dengan nafas, diri sendiri dan sang Pencipta.  

Komentar

img

tiuetotw

Komentar

Hello! viagra cheap , viagra cheap , cialis , cialis , cialis ,

img

eroopewu

Komentar

Hello! buy cialis online , cialis canada , cialis canada , generic viagra online , generic viagra online ,

img

iuweitow

Komentar

Hello! viagra , cheap viagra , generic cialis online , cialis , cialis ,

img

tuuwtweo

Komentar

Hello! generic cialis online , cialis , cialis , viagra , viagra ,

Leave A Comment

Posts from Virdyas Eka Diputri