7 Konsep Jenius Steve Jobs Untuk Mencapai Mimpi Yang Ketinggian

7 Konsep Jenius Steve Jobs Untuk Mencapai Mimpi Yang Ketinggian

img
Steve jobs merupakan figur pebisnis sekaligus pemimpi ulung yang sangat menginspirasi. Kisah hidupnya sampai sepak terjangnya bersama Ipin, ehhhh iPhone dan produk Apple lainnya mengagumkan dan patut diadopsi. Tapi....... ngomong-ngomong, siapa nih yang cocok mengadopsi? Jawabannya yaitu ulun-ulun lampung, yang punya mimpi tinggi dan terkesan tidak masuk akal. Seperti kebanyakan orang yang dilanda kegalauan karena mereka, blass tidak mempunyai keinginan menjadi karyawan atau PNS yang sukanya ngemol ketika masih di jam ke kerja.
Mereka pilu karena selain ingin mendapatkan pemasukan aman, tetapi juga ingin mengabdikan diri kepada negara (ciee), atau menyelesaikan masalah dilapangan dan juga di pedalaman, yang alhamdulillah-nya karakter orang-orang yang begini malah tidak diperhatikan oleh..... (oleh siapa hayooo, pasti tau kaaaan).

Nah tulisan ini khusus dihadiahkan kepada kamu yang punya idealismemu sendiri. Yang selalu menyematkan niat menolong bagi banyak orang di setiap gebrakannya. Well, Sabarrrrrr. Kamu tidak sendirian. Kita masih mempunyai waktu untuk mengelola peluang. Jangan pernah lelah belajar, seperti kutipan dari Mark Twain, "Don’t let schooling interfere with your education”. So, belajar pun bisa dimana saja, kapan saja dan dengan cara apapun, hanya jika kamu terbuka untuk semua itu.

Nyalakan Otak dan Tidak Membatasi Ide

“What Steve Jobs and I did and at the same time Bill Gates and Paul Allen did- we had no savings account, no friends that could loan us money. But we had ideas, and I wanted all my life to be part of a revolution” terang Steve Wozniak ketika menempatkan bahwa ide dan dirinya juga Steve Jobs merupakan satuan yang tidak bisa dipisahkan. Seperti pada tahun 1997, setelah sebelumnya dipecat dari Apple inc, Jobs terbukti membawa sekarung ide untuk diaplikasikan di perusahaan yang nyaris bangkrut tersebut. Meski hanya 10 ide produk yang masuk ke skala prioritas, tetapi ia tidak membatasi diri dengan ide-ide yang berkeliaran dan minta dieksekusikan.

Wujudkan Mimpi Dengan Teman Seide

Masih ingatkah ketika dulu sewaktu esempe, kamu tentu mempunyai teman ngepe alias nyontek yang selalu membantumu ketika kamu gak belajar kala ulangan. Pasti saat itu kamu merasakan asiknya menjalani masa-masa suram itu. Yaaa, meskipun itu tindakan tidak bagus, tetapi semua aral dan rintangan seolah gak ngaruh. Meski ketauan pun, temanmu ada di sisimu untuk berbagi jeweran guru.

Nah mungkin itu juga perasaan Jobs dan Woz (hihihihi). Ketika bertemu di garasi Silicon Valley, terjalin komunikasi yang asik diantara mereka. Ketika mereka sadar memiliki banyak persamaan, mereka pun tekun melakukan inovasi dan percobaan-percobaan yang berujung pada penemuan sebuah alat. Jobs pada usia 20 tahun berhasil mewujudkan mimpinya dengan membangun Apple bersama salah satu teman seidenya, yaitu Woz.

Jangan Takut Untuk Gagal

Sekelas Steve Jobs pun berkali-kali merasakan kegagalan. Tentu history tentang Apple Lisa sudah terdengar usual bagi pengamat gadget. Pada tahun 2005, mereka merilis hape mirip Nokia yang fungsinya dapat memutar lagu dari iTunes. Motorola RKOR, dengan kapasitas 100 lagu dan kelemotan parah ketika mentransfer lagu, membuat karya itu menjadi salah satu big let down di kala produk itu dilempar ke pasaran.

 “Failure doesn’t mean you will never achieve. It just means it takes alittle longer.” Siapa saja yang meremehkan proses, tentu dia pasti cilaka. Kenapa? Karena dia mempunyai utang whole life, untuk kembali ke spot yang ia tinggalkan karena tidak tahan banting menghadapi kegagalan.

Mencintai yang Sedang Kamu Perjuangkan

“Your time’s limited. So don’t waste it living someone else’s life” adalah kata-kata Jobs yang nyelekit. Ketika kita melihat sekitar dan mendapati apa yang diperjuangkan tidak sama dengan kebanyakan. Hasilnya kamu pun sendirian. Tentang Jobs dan nasehatnya, mencintai pekerjaan itu tidak mudah. Kita perlu mengetahui mimpi apa yang memberi gairah untuk dijalani.  Terkadang ada orang-orang yang tidak tahan dengan prosesnya akan pergi begitu saja.

 “Lakukan apa yang kamu suka” terdengar payah jika disandingkan dengan kebutuhan sehari hari dan pajak yang membengkak. Tetapi Jobs pun menambahkan bahwa kita harus terus mencari, terus mencoba dan jangan menyerah lalu tergoda dengan yang terlihat aman. Karena dengan mencintai pekerjaan kita dan terus melakukan yang terbaik, hidupmu pun akan sangat berharga ketika nanti mendapati dirimu berhasil mencapai yang kamu idamkan.

Tinggalkan Sesuatu di Dunia Ini, Maka Bersemangatlah!

“Almost everything–all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure–these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.”

Ketika didiagnosis mengidap kanker pancreas, ia diharuskan untuk banyak istirahat dan selayaknya mendelegasikan aktifitas bisnisnya kepada orang lain. Tetapi, bukan Steve Jobs namanya jika nurut begitu saja. Meski memiliki situasi seperti itu, sebaliknya ia lebih memilih untuk bekerja dan melakukan banyak inovasi. Di masa itu Apple sedang menggodok iPod dan iPad. Terbukti produk tersebut sangat sukses di pasaran. Ingat kematian adalah cara jitu untuk memaksimalkan potensi diri menuju sebuah kesuksesan dalam hidup.

Ikuti Kata Hati dan Intuisi, Bukan Komentar Orang Lain

“Have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.” Mungkin terdengar konyol, tetapi terkadang kita suka lupa euy mendengar nurani sendiri. Lusinan quotes di retweet tapi tidak satupun di yakini dan dikerjakan.

Memegang Teguh Agama dan Mempraktikannya

Walter Issacson mengatakan bahwa Jobs menemukan keraguan akan eksistensi Tuhan. Tetapi tidak juga mengurangi kadar keyakinannya. Kepercayaan Zen Buddha sangat mempengaruhi Jobs dalam berkehidupan juga berbisnis. Penekanan ajaran Buddha mengenai pemahaman dan kesadaran berdasarkan intuisi lebih penting dibandingkan pemikiran abstrak dan analisis logis intelektual. Kesedarhanaan sangat dijunjung tinggi baik bagi dirinya sendiri sampai ke produk yang ia hasilkan, seperti halnya tampilan iPhone atau Mac yang clean dan simple malah memberikan perusahaan nya value atau nilai tersendiri.

Buku Memegang Kunci Kesuksesan

Seorang Jobs aja demen baca buku, bro. Coba deh dipikirkeeen. Sejak masa belia, ia sudah tidak asing dengan wilayah perbukuan. Dimana favorit genre bukunya yaitu matematika, ilmu pengetahuan dan elektronika, Jobs pun tidak sungkan memilih buku diluar hal-hal yang disukainya, karena ia sadar banyak wawasan yang tertebaran dan mungkin ia butuhkan di masa mendatang.

Nama-nama seperti Socrates, Leonoardo Da Vinci, Einstein dan masih banyak lagi, menginspirasi cara Jobs memandang hal. Ia mengagumi paham yang disemai Socrates bahwa ketika setiap orang di dunia ini ada, untuk membawa lebih banyak kebenaran, keindahan dan kebaikan ke dalam kehidupan. Ia pun tidak segan menukarkan semua teknologi yang dimilikinya hanya untuk melewatkan satu sore bersama Socrates.

 

Komentar

img

7 pm ist to est

Komentar

it's good article haha!download free now 7 pm ist to est http://www.solidob.com/list/7-pm-ist-to-est.htm

img

macbook pro 15 docking station

Komentar

ok welcome to you, get free software! macbook pro 15 docking station http://www.solidob.com/list/macbook-pro-15-docking-station.htm

img

maxicare premium coverage

Komentar

thanks for the posts,it'right! get free now maxicare premium coverage http://www.solidob.com/list/maxicare-premium-coverage.htm

img

our daily bread prayer

Komentar

you can get freeware now ,after click the link,get free now our daily bread prayer http://www.solidob.com/list/our-daily-bread-prayer.htm

Leave A Comment

Posts from Virdyas Eka Diputri